tanaman aeroponik

Mengenal Tanaman Aeroponik dan Jenis-Jenisnya

Halo guys kembali lagi, kali ini seperti biasa kita akan membahas hal-hal yang sedang trend di zamannya dan bakalan membuat kalian semua up to date ketika membacanya. Berbicara mengenai inovasi memang tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi sifat manusia yang menyukai pembaharuan dan mengejar sebuah kesempurnaan. Nah, salah satu trend yang sedang booming adalah aeroponik. Apa itu aeroponik? Ada yang sudah paham dan tahu? Nah pas banget bahasan kita kali ini adalah tentang aeroponik. Bahasan kita akan seputar pengertian aeroponik dan contoh tanaman aeroponik. Wah pasti penasaran kan? Yuks segera merapat! Jangan lupa siapkan amunisi camilan dan beberapa minuman dingin agar lebih semangat dalam menyimak artikelnya.

Yang pertama tak kenal maka tak sayang. Ah elah author ngaco mulu. Alangkah baiknya kita tahu apa itu tanaman Aeroponik. Aeroponik berasal dari kata aero dan phonos. Aero berarti udara. Metode aeroponik hanya memerlukan air dan tidak memerlukan bantuan media yang lainnya. Jadi, akar tanaman yang menggunakan metode aeroponik dibiarkan menggantung di udara. Wahh menarik bukan?? Lalu kira-kira tanaman-tanaman apa saja yang bisa dibudidayakan dengan aeroponik ini? Biasanya Aeroponik dilakukan pada tanaman buah-buahan dan sayuran. Terutama untuk jenis cabai, sawi, selada, bayam merah dan tomat. Jenis itu yang biasanya lumrah untuk dibudidayakan dengan aeroponik.

Cara budidayanya bagaimana?

Jika ditinjau secara keseluruhan dan lengkapnya yaitu ada  tiga jenis sistem Aeroponik berdasarkan tingkan keefisienan dan kecanggihan sistemnya. Berawal dari yang paling sederhana :

  • Sistem tanaman aeroponik tekanan rendah adalah menggunakan air nutrisi yang disemprotkan dengan pompa kecil / jet untuk memberikan nutrisi ke tanaman.
  • Sistem aeroponik tekanan tinggi menggunakan pompa tekanan tinggi yang menyemprotkan larutan yang kaya nutrisi ke akar.
  • Sistem tanaman aeroponik komersial menggunakan pompa tekanan tinggi, juga menggunakan sistem yang lebih kompleks dari matriks biologis.

tanaman aeroponik

Sistemnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan saja kok. Jika hanya untuk kebutuhan rumah saja, memilih yang paling sederhana juga tak masalah untuk dicoba.

Siapa sangka sistem aeroponik ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya petani yang tidak memiliki cukup  lahan namun bisa menggunakan media tanam lainnya seperti Styrofoam yang akarnya bisa menggantung di udara. Terlebih lagi hasil budianya  dengan sistem aeroponik ternyata mempunyai kualitas yang jauh lebih baik daripada biasanya. Bukankah sehat dan bergizi banyak adalah sebuah keinginan manusia dan tujuan utama dalam menanam sayur dan buah-buahan? Bahkan system ini sangat aman untuk dilakukan anak-anak. Pas sekali kan ketika liburan bersama anak-anak kalian mengajak mereka untuk budidaya tanaman aeroponik? Dengan budget yang murah namun manfaat yang luar biasa akan didapatkan oleh mereka.

Kunci keberhasilan dari  budidaya aeroponik ini adalah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Karena proses respirasi pada akar dapat berlangsung lancar dan menghasilkan banyak energi. Sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur. Teknik ini berdampak baik pada lingkungan karena  menghemat air, cenderung aman untuk dikonsumsi. Karena akar menggantung di udara, tanaman ini akan mendapatkan lebih banyak udara. Mereka akan menyerap banyak CO2 dan menghasilkan O2 yang melimpah ruah loh. Bagaimana ? tertarik dengan system budidaya aeroponik ini? Jadi kapan di coba? Atau bahkan setelah membaca artikel ini langsung mencobanya?

Baca Juga :  Rekomendasi Tanaman Hias Gantung Tahan Panas